Tips Aman Pakai Pinjaman Online Berbasis Aplikasi Agar Terhindar dari Jeratan Utang

Memiliki kebijakan yang mudah serta cepat, membuat jasa pinjaman online semakin digemari masyarakat, terutama untuk masyarakat yang kalangan status ekonominya masih terbilang labil.

Hadirnya berbagai jasa pinjaman online ternyata sudah bisa diakses dalam sebuah aplikasi. Jika Anda mengetik kata kunci “pinjaman online” atau “pinjaman dana mudah dan cepat”, di playstore, berbagai macam aplikasi online untuk bisa mendapatkan dana cepat pun akan muncul di layar gadget Anda.

Namun, meski jasa pinjaman online memberikan berbagai kemudahan untuk calon peminjam, Anda juga disarankan harus memperhatikan perusahaan pinjaman online yang akan dituju. Pasalnya, kemudahan dan tawaran menarik bisa saja hanya untuk menjebak calon peminjam. Dan hal lainnya yang harus diperhatikan adalah, gunakan dana pinjaman online sesuai dengan kebutuhan, bukan keinginan.

Jika Anda tak cermat dalam menggunakan dana dari pinjaman online, bisa saja Anda malah terjerat utang yang tak berujung dan hal tersebut tentu saja akan merugikan Anda. Pasalnya, bunga pinjaman online sangat tinggi. Biasanya sekitaran 1 persen untuk satu hari atau 30 persen untuk satu bulan, bahkan angka tersebut melebihi suku bunga KTA (Kredit Tanpa Agunan) di bank, ditambah jika Anda telat bayar cicilan.

Keluhan demi keluhan pun mulai berdatangan dari para debitur yang mengungkapkan masalahnya yang berkaitan dengan tata cara penagihan yang dilakukan onleh pihak perusahaan aplikasi pinjaman online. Bahkan saking tertekannya dengan jeratan utang karena bunga dan jumlah cicilan yang terus naik, membuat tak sedikit dari mereka sampai mengakhiri hidupnya.

Tidak hanya depresi dengan penagih atau dept colector yang menelpon setiap saat, bahkan sang penagih juga akan menelpon dan mengirim pesan lewat SMS kepada rekan-rekan yang ada di kontak si nasabah.

Nah, agar Anda bisa terhindar dari jeratan utang ketika meminjam dana pinjaman online, baiknya Anda simak beberapa tips guna mempertimbangkan hal-hal sebelum mengajukan pinjaman online.

1. Gunakan hanya untuk keadaan darurat atau mendesak

Kemudahan berutang yang diberikan pihak pinjaman online, bukan berarti Anda bisa menggunakan dana tersebut untuk membayar atau membeli hal-hal yang Anda inginkan. Karena, dibalik itu, Anda sedang berutang dan cicilan tiap bulan pun wajib Anda bayar.

Jangan sampai Anda menggunakan dana pinjaman online tersebut untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Maka dari itu gunakanlah dana tersebut bisa Anda benar-benar sedang membutuhkan atau untuk biaya mendesak.

Baca Juga: Mau Ajukan Pinjaman Online? Ini Kelebihan dan Kekurangannya

2. Gunakan dana pinjaman untuk kebutuhan produktif

Jika Anda memakai dana pinjaman online untuk membeli barang-barang konsumtif, mungkin hal tersebut perlu dihindari. Gunakanlah dana tersebut untuk membeli kebutuhan yang bersifat produktif, misalnya untuk membeli barang untuk modal bisnis, yang lambat laun akan balik modal guna membayar cicilan pinjaman online.

Namun, Anda juga perlu memperhitungkan untung ruginya yang Anda dapatkan. Jika Anda merasa meminjam adalah hal yang membantu, diusahakan Anda juga harus konsisten dalam melunasi pinjaman tersebut, sehingga Anda tidak rugi dikemudian hari.

3. Perhitungkan sumber dana yang jelas untuk bayar utang cicilan.

Ketika berniat untuk mengajukan pinjaman online, Anda juga harus tahu tindakan selanjutnya yang akan dilakukan, yakni membayar utang tersebut. Pastikan Anda sudah memperhitungkan dana yang akan digunakan untuk membayar utang dan pastinya harus jelas. Entah dari dana pemasukan gajian perbulan, atau laba dari hasil bisnis dan lain-lain.

4. Pilihlah fintech yang terdaftar di OJK

Dari banyaknya perusahaan finansial berbasis teknologi yang menawarkan pinjaman online saat ini, pasti salah satu diantaranya belum terdaftar atau diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Peraturannya, setiap penyelenggara pinjaman berbasis teknologi harus mendaftarkan ke OJK. Dari 404 fintech, perusahaan yang terdaftar setidaknya baru 73 perusahaan.

Tak hanya terdaftar, sebaiknya perusahaan fintech juga memiliki izin resmi dari OJK, sehingga berbagai proses bisnis dan produk kredit fintech tersebut telah terverifikasi serta mendapatkan pengawasan dari OJK. Fungsinya, jika suatu saat terjadi masalah, OJK memiliki tanggunga jawab kepada nasabah.

Baca Juga: Cara Cerdas Memanfaatkan Pinjaman Tunai Online

5. Jangan mengulur waktu saat membayar cicilan.

Tepat waktu dalam membayar cicilan pinjaman online merupakan hal wajib bagi para debitur. Jangan sampai ketika dana cair, Anda melupakan kewajiban Anda. Cara tersebut juga akan sangat membantu Anda agar terhindar dari gangguan penagih yang selalu menelpon Anda setiap saat.

Nah, kesimpulan dari tips diatas adalah Anda harus cermat ketika berniat mengajukan pinjaman online. Lihat keuntungan dan kerugiannya, serta pilih fintech yang aman dan terpercaya. Usahakan, meminjam untuk keperluan yang benar-benar dibutuhkan sesuai dengan kondisi finansial Anda.

Jika Anda masih bingung untuk memilih pilihan yang tepat sesuai dengan kebutuhan finansial Anda, Anda bisa langsung mengunjungi situs Cekaja.com.

Di Cekaja.com, Anda bisa melihat berbagai macam produk finansial termasuk pinjaman online yang cocok dengan Anda. Tidak hanya itu, Anda juga bisa langsung mengajukan pinjaman secara online dengan mudah. Yuk cek sekarang di https://www.cekaja.com/kredit/pinjaman-online/

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *